Ganggual Kepribadian
Ditulis oleh : Galih Mahardika (1301420063) |
Rombel 2
Perilaku remaja yang mengarah pada tindak kejahatan atau perilaku asosial merupakan ketidakmampuan remaja untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan dan menjalankan norma masyarakat. Perilaku asosial dapat berkembang menjadi gangguan kepribadian, tidak dapat menyesuaian diri dengan norma masyarakat, cenderung berperilaku agresif pada orang lain, terlibat dalam tindak kejahatan sehingga menimbulkan masalah serius dengan masyarakat. Gangguan tersebut seringkali disebut sebagai gangguan psikopat atau gangguan kepribadian antisosial, sosiopat atau dissosial.
Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari orang normal. Selain pola pikir yang tidak sehat, kondisi yang dikategorikan sebagai penyakit mental ini juga bisa membuat penderitanya sulit untuk merasakan, memahami, atau berinteraksi dengan orang lain. Gangguan kepribadian dalam diri seseorang juga bisa menyebabkan masalah dalam lingkungan sosial. Tidak jarang hubungan antara penderita gangguan kepribadian dengan orang lain di lingkungan rumah, sekolah, bisnis, atau pekerjaan menjadi terbatas.
Pengertian Kepribadian
Definisi yang berasal dari teori-teori psikologi menyebutkan bahwa kepribadian adalah pola sifat dan karakteristik tertentu, yng relatif permanen dan memberikan, baik konsistensi maupun individualitas pada perilaku seseorang. Sifat (trait) merupakan faktor penyebab adanya perbedaan antar individual dalam perilaku, konsistensi perilaku dari waktu ke waktu dan stabilitas perilaku dalam berbagai situasi. Sifat bisa saja unik, sama pada beberapa kelompok manusia atau dimiliki semua manusia, tetapi pola sifat pasti berbeda untuk masing-masing individu (Feist & Feist, 2009). Millon (2011) menyebutkan bahwa kepribadian merupakan sebuah pola yang menetap tentang bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu, menjalin hubungan atau berinteraksi dengan orang lain dan berpikir mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya yang diwujudkan secara luas dan dalam baik dalam konteks pribadi maupun sosial.
Faktor genetis sangat berkontribusi terhadap kepribadian
dan perbedaan individual. Kemajuan ilmu pengetahuan membuka kemungkinan bagi
para psikolog kepribadian untuk lebih mengembangkan pendapat yang masih umum
ini dan membahas pola-pola khusus dari pengaruh yang ada secara lebih mendalam.
Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah mengidentifikasi suatu kualitas
kepribadian secara spesifik yang dipandang memiliki dasar biologis.
Kualitas-kualitas seperti ini seringkali mengacu pada aspek yang disebut temperamen
yaitu suatu istilah yang merujuk pada dasar kecenderungan emosional dan
perilaku biologis dan terlihat nyata pada masa kanak-kanak awal.
Penderita gangguan kepribadian bisa dikenali dengan beberapa ciri-ciri berikut:
- Berperilaku
aneh.
- Mengurung
diri atau menghindari interaksi sosial.
- Sulit
menjalin hubungan dekat dengan orang lain.
- Kesulitan
mengendalikan pikiran dan sering berprasangka buruk.
Gejala Gangguan Kepribadian Berdasarkan Jenisnya :
- Gangguan
kepribadian skizotipal. Selain tingkah laku yang aneh dan cara bicara
mereka yang tidak wajar, penderita gangguan kepribadian jenis ini kerap
terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial. Penderita juga
kerap berkhayal, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan telepati
yang mampu memengaruhi emosi dan tingkah laku orang lain atau percaya
bahwa suatu tulisan di koran adalah sebuah pesan tersembunyi bagi mereka.
- Gangguan
kepribadian skizoid. Ciri utama penderita gangguan kepribadian jenis ini
adalah sifat yang dingin. Mereka seperti sukar menikmati momen apa pun,
tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin
hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka
cenderung penyendiri dan menghindari interaksi sosial.
- Gangguan
kepribadian paranoid. Ciri-ciri utama gangguan kepribadian jenis ini
adalah kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara
berlebihan, termasuk pada pasangan mereka. Mereka selalu takut bahwa orang
lain akan memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan
mereka akan berkhianat.
Menurut Persatuan Dokter Indonesia Pengobatan Gangguan Kepribadian
Untuk mengatasi gangguan kepribadian adalah dengan melakukan
terapi psikologis atau kejiwaan di bawah bimbingan psikiater dengan tujuan
meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan emosi serta pikirannya secara
lebih baik. Penggunaan obat hanya disarankan apabila gejala-gejala yang terkait
dengan gangguan kepribadian, seperti gejala psikotik, kecemasan, dan depresi,
sudah memasuki level menengah atau parah.
Ada ragam terapi
psikologis, yaitu:
Terapi perilaku kognitif
Terapi psikodinamik
Terapi interpersonal
Pencegahan Gangguan Kepribadian
Mengurangi atau menjauhi segala hal yang dapat memberikan
tekanan emosional sehingga menyebabkan kepribadian terganggu. Jika orang tua
mempunyai anak kecil yang kurang bisa diatur, jangan sampai memarahi apalagi
memukulnya. Orang tua harus lebih bijak dalam mengurus si anak. Seperti berkata
lembut, mulai mengarahkan dia ke hal yang lebih baik. Jangan buat dia berfikir
terlalu keras krna pada dasarnya abak kecil harus bahagia pada waktu
pertumbuhanya
Referensi :
https://www.alodokter.com/gangguan-kepribadian

Komentar
Posting Komentar