Adiksi Internet
(Oleh: Galih Mahardika | 1301420063 | Kesehatan Mental | Rombel 2)
Internet merupakan sistem jaringan yang saling terhubung secara global untuk menghubungkan dengan perangkat diseluruh dunia. Mustahil jika kita tidak tau apa itu internet. Lantas bagaimana interaksi keseharian Anda dengan internet? Urusan pekerjaan, hiburan, belanja, berkomunikasi, bisnis, dan lain-lain, menjadi alasan berselancar di dunia maya. Ada pula yang seakan tak bisa melepaskan perangkat digital di tangannya dan menghabiskan hampir seluruh waktunya terkoneksi dengan internet, hingga dideteksi mengalami kecanduan internet.
Apa itu adiksi internet?
Adiksi internet merupakan penggunaan internet secara berlebihan dengan durasi yang berlebihan tanpa memperdulikan sekitarnya, sehingga seseorang akan mengabaikan aktivitas kerja dan menarik diri dari kehidupan sosialnya. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan internet yang berlebihan adalah salah satu ciri dari penyakit mental yang lain seperti ketakutan (anxiey) atau depresi, bukan penyakit mental yang berbeda. Orzack (2004) menyatakan bahwa kecanduan internet merupakan suatu kondisi dimana individu merasa bahwa dunia maya di layar komputernya lebih menarik daripada kehidupan nyata sehari-hari.
Apa penyebabnya?
Penyebab seseorang mengalami adiksi internet beragam-ragam. Adapun penyebab kecanduan internet.
1. Masalah Gender
Laki-laki lebih sering mengalami kecanduan terhadap game online, situs porno, dan perjudian online, sedangkan perempuan lebih sering mengalami kecanduan terhadap chatting dan berbelanja secara online.
2. Kondisi Psikologis
Survei di Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 50% individu yang mengalami kecanduan internet juga mengalami kecanduan pada hal lain seperti obat-obatan terlarang, alkohol, rokok dan seks. Kecanduan internet juga timbul akibat masalah-masalah emosional seperti depresi dan gangguan kecemasan dan sering menggunakan dunia fantasi di internet sebagai pengalihan secara psikologis terhadap perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan atau situasi yang menimbulkan stress. Berdasarkan hasil survei ini juga diperoleh bahwa 75% individu yang mengalami kecanduan internet disebabkan adanya masalah dalam hubungannya dengan orang lain, kemudian individu tersebut mulai menggunakan aplikasi-aplikasi online yang bersifat interaktif seperti chat room dan game online sebagai cara untuk membentuk hubungan baru dan lebih percaya diri dalam berhubungan dengan orang lainmelalui internet.
3. Kondisi Sosial Ekonomi
Individu yang telah bekerja memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kecanduan internet dibandingkan dengan individu yang belum bekerja. Hal ini didukung bahwa individu yang telah bekerja memiliki fasilitas internet dikantornya dan juga memiliki sejumlah gaji yang memungkinkan individu tersebut memiliki fasilitas komputer dan internet juga dirumahnya. Untuk bermain game, perjudian online, melihat vidio porno, belanja online yang berlebihan, chatingan yang tak ada batasnya.
4. Masalah pribadi
Tingkat stres yang tinggi dan kondisi mental juga kerap membuat seseorang lebih suka berpaling ke internet, menjadikannya obat utama selain berusaha menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya, seorang istri yang tidak mendapatkan perhatian dari suaminya berpotensi untuk mencari perhatian lain dari orang asing di internet. Jika dibiarkan hal ini dapat membuat wanita tersebut kecanduan internet. Bahkan, bisa saja setiap kali ada masalah dengan suami, dia akan menjadikan internet sebagai tempat 'curahan hati'.
Apa saja gejala adiksi internet?
Beberapa gejala emosional gangguan kecanduan internet antara lain:
Seperti depresi, ketidak jujuran, perasaan bersalah, kegelisahan, ketidak mampuan untuk memprioritaskan atau menjaga jadwal, perubahan suasana hati, larut dalam kesendirian.
Sementara itu, gejala fisik gangguan kecanduan internet di antaranya:
Seperti sakit punggung, sakit kepala, insomnia, kepribadian buruk (tidak mandi untuk tetap online), sakit leher, mata kering dan masalah penglihatan lainnya.
Tips cara mengatasi kecanduan internet ala saya:
1.Matikan notifikasi
Menyalakan notifikasi bisa mengakibatkan diri terstimulus untuk membuka game online atau media sosial saat itu juga. Akibatnya jadi sulit mengontrol waktu untuk bermain internet.
2. Set up timer ponsel
Pasang target berapa lama menggunakan gadget. Tapi kuncinya, kita harus komitmen terhadap target yang sudah dibuat.
3. Buat aturan untuk satu keluarga
Kristiana mencontohkan, kapan dan di mana boleh bermain handphone atau membuka internet. Misalnya ponsel tidak boleh dimainkan saat makan atau di ruang makan dan charge hanya boleh di dapur atau ruang orangtua. Aturan itu harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga.
4. Tentukan hari detoksifikasi tanpa internet
Tentukan satu hari dalam seminggu tanpa internet untuk seluruh anggota keluarga. Dan hal ini dilakukan secara rutin berkepanjangan agar jadi kebiasaan. Adapun orang tua harus berkreatif seperti mencari kegiatan positif dan berkumpul dengan anggota keluarga tanpa adanya handphone atau alat internet lainya.
Kesimpulan
Penyalahgunaan internet tidak berbahaya jika kita bijaksana dalam mengoperasikanya. Hampir setial saat kita butuh internet, handphone untuk berhubungam dengan orang lain atau mencari sesuatu agar kita tambah ilmu pengetahuan. Penyalahgunaan internet bisa saaj menjadikan hal bermanfaat jika baik dan benar. Jangan terlalu over bermain hangphone karena radiasi dari hp terlalu besar. Bisa menyebabkan kematian. Jika kita depresi, sendirian jangan mengambil game online, video porno atau over chating sebagai solusi. Cara jalan keluar dengan hal-hal positif. Sebagai otang tua luangkan waktu sebaik mungkin untuk anak-anaknya agar tidak ketergantungan dengan game online.
Sumber:
https://nxgindonesia.or.id/adiksi-penggunaan-internet-dan-gadget/

Komentar
Posting Komentar