Gangguan Seksual
(Oleh: Galih Mahardika | 1301420063 | Kesehatan Mental | Rombel 2)
Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa yang dimulai umur 8 – 14 tahun. (Agustiani:2006). Mengutip pandangan Sarlito W.Sarwono dalam buku yang berjudul Psikologi Remaja, bahwa pada masa pubertas inilah masa di mana mereka mencari jati diri dan arti dari hidup. Pada masa-masa ini pula remaja memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar dalam segala hal. Tak heran apabila beberapa diantara mereka seringkali mengambil keputusan yang berisiko hanya untuk merasakan hal-hal yang belum mereka ketahui, termasuk misteri seksualitas. Banyak diantara mereka yang merasakan tidak sabar akan hal tersebut. Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Seks bebas yang tak lazim untuk dilakukan ini memiliki dampak dalam berbagai hal, yaitu mental, psikologi,dan kesehatan reproduksi. Contoh Seseorang yang mengalami gangguan seksual akan terganggu mentalnya. Karena dia depresi dan kawatir yang berlebihan. Manusia tidak selamanya atau semuanya berperilaku normal. Beberapa di antaranya ada yang memiliki kecenderungan berperilaku menyimpang. Salah satu contohnya adalah perilaku seksual menyimpang.
Apasih gangguan seksual itu?
Gangguan seksual adalah suatu usaha atau kegiatan yang berasal dari luar diri yang sifat atau tujuannya berarah kepada organ intim atau alat reproduksi manusia. Saya mengambil gangguan disfungsi seksual. Gangguan ini disebabkan adanya penurunan hasrat seksual atau adanya hambatan dalam menikmati aktivitas seksual. Disfungsi seksual dapat terkena, baik pada laki-laki maupun perempuan. Gangguan ini dapat terjadi kapan saja, dan risikonya meningkat berdasarkan usia.
Gejala Disfungsi Seksual
Disfungsi seksual dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk bergantung pada tipe dan penyebab disfungsi. Gejala dan tanda disfungsi seksual, meliputi:
Berkurangnya keinginan untuk aktivitas seksual.
Kesulitan untuk membangkitkan gairah seksual.
Nyeri saat berhubungan seksual.
Pada laki-laki kesulitan untuk mempertahankan ereksi atau ejakulasi terlalu cepat juga dapat diartikan sebagai salah satu disfungsi seksual.
Pada perempuan, kesulitan untuk mencapai orgasme, kering pada Miss V, dan nyeri saat berhubungan termasuk dalam disfungsi seksual.
Disfungsi seksual sering disebabkan oleh stres fisik maupun psikis yang dialami oleh seseorang. Beberapa penyebab lain yang dapat mendasari gangguan disfungsi seksual meliputi:
Trauma seksual, masalah psikologis, diabetes, penyakit jantung atau kondisi medis lainnya dan penyalahgunaan obat-obat narkotik, penggunaan alkohol.
Diagnosis Disfungsi Seksual
Menegakkan diagnosis disfungsi seksual sering tidak memerlukan pemeriksaan khusus. Gejala disfungsi seksual dapat didiagnosis berdasarkan riwayat yang dimiliki pengidap. Riwayat ini termasuk riwayat dan perilaku seksual terhadap pasangan.
Dokter juga dapat menggali lebih lanjut gangguan lain yang mendasari disfungsi seksual. Gangguan tersebut termasuk kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan gangguan kejiwaan lainnya yang mempengaruhi aktivitas seksual.
Pencegahan Disfungsi Seksual
Beberapa tipe disfungsi seksual dengan penyebab yang spesifik tidak dapat dicegah, namun beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah faktor-faktor yang mempengaruhi disfungsi seksual, yaitu:
Stop merokok.
Olahraga setiap hari, minimal 15 menit setiap hari.
Menjaga berat badan tetap ideal.
Diet gizi seimbang.
Membatasi konsumsi alkohol, maksimal dua gelas per hari.
Kontrol teratur terhadap penyakit-penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan darah tinggi.
Pengobatan Disfungsi Seksual
Pengobatan disfungsi seksual bergantung pada kondisi yang mendasari dari gangguan tersebut. Pengobatan terhadap penyebab dari disfungsi seksual dapat menyembuhkan kondisi tersebut. Penggunaan gel atau krim lubrikasi atau terapi hormon dapat mengobati permasalah terutama pada seseorang dengan hambatan dalam menikmati aktivitas seksual
Sumber :
https://www.halodoc.com/kesehatan/disfungsi-seksual

Komentar
Posting Komentar